Panglima Garda Revolusi Iran: Saya Mengharap Berada di Pesawat serta Turut Terbakar

Panglima Garda Revolusi Iran: Saya Mengharap Berada di Pesawat serta Turut Terbakar

Panglima Garda Revolusi Iran mengemukakan dukacita dalam atas penembakan pesawat sipil Ukraina yang tewaskan 176 orang. Ia menjelaskan dianya tidak pernah rasakan malu demikian rupa dalam kehidupannya. Mayor Jenderal Hossein Salami juga mengharap dianya terhitung antara beberapa penumpang yang meninggal itu. “Saya mengharap saya ada di pesawat itu serta jatuh dan terbakar bersama dengan beberapa orang tercinta itu dibanding melihat kejadian ironis ini,” kata Salami di muka parlemen Iran seperti dikutip media Iran, Press TV, Senin (13/1/2020).

Saya bersumpah atas kehidupan beberapa anak saya jika kami [di IRGC] tidak punya kemauan lain tidak hanya hancur berkeping-keping untuk keamanan, kesejahteraan serta perdamaian rakyat kita,” paparnya. Awalnya pada Sabtu (11/1), Angkatan Bersenjata Iran keluarkan pernyataan sudah dengan tidak menyengaja tembak jatuh pesawat Boeing 737-800 punya maskapai Ukraina. Pesawat yang mengangkat 176 penumpang serta crew itu ditembak jatuh dengan tidak menyengaja pada 8 Januari lalu, beberapa saat sesudah Iran tembakkan rudal-rudal ke dua pangkalan militer di Irak sebagai tempat pasukan AS. Keseluruhnya penumpang serta crew meninggal, terhitung salah satunya 147 masyarakat Iran.

Baca juga : Peretas Salah gunakan Bug di Firefox Buat Ambil alih Computer

Militer Iran menyebutkan pesawat itu terbang begitu dekat sama satu tempat militer peka serta ditembak jatuh karena kekeliruan manusia “di waktu kritis yang dikarenakan adventurisme AS.”etelah pembunuhan serta martirnya komandan terkasih kita (Letjen. Qassem Soleiman) serta rekan-rekannya (oleh pasukan AS di Irak), kami merasakan diri kami dalam atmosfir psikologis dari perang yang tidak didapati dengan Amerika Serikat,” papar Salami.

“Ada beban benar-benar berat dari publik untuk pembalasan serta kami, seperti dalam Anda serta lebih dari Anda, dipengaruhi dengan kejadian itu,” paparnya. “Kami membuat kekeliruan serta beberapa rekanan senegara kami meninggal jadi karena kekeliruan kami, tetapi itu tidak disengaja serta kami merasakan malu serta akan menebusnya,” kata Salami. “Saat kami pastikan (apa yang terjadi), kami meluncurkan info. Tetapi kami siap untuk terima ketetapan apa saja yang dibikin serta kami patuh pada kehendak bangsa Iran yang terkasih serta hebat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *