Hindari Virus Corona, Filipina Dipaksa Berlakukan Larangan Pergi ke Wuhan

Hindari Virus Corona, Filipina Dipaksa Berlakukan Larangan Pergi ke Wuhan

Senator asal Filipina, Risa Hontiveros, menjelaskan jika pemerintah Filipina harus pikirkan larangan perjalanan sepanjang satu bulan buat siapa juga yang “hadir atau melalui” Wuhan untuk menahan penebaran penyakit membahayakan ke Filipina. “Disamping itu, faksi berkuasa harus mengkarantina masyarakat Wuhan yang sekarang ada di Filipina serta siapa juga yang mempunyai tanda-tanda seperti flu serta sudah lakukan perjalanan ke Cina dalam 14 hari paling akhir,” tutur Senator Hontiveros dalam satu pengakuan.

Langkah ini dipandang penting serta adalah aksi mencegah tambahan mengejar ketetapan pemerintah Filipina yang membatalkan semua penerbangan dari kota Wuhan, tempat virus corona tipe baru berasal. Simak juga: Indonesia Masih Bebas Virus Corona, Menkes Minta Warga Menjaga Imunitas

Awalnya Filipina memulangkan hampir seputar 500 orang wisatawan asal Cina jadi langkah mencegah menyebarnya virus ini. Beberapa negara judi online tengah mengendalikan pulangnya masyarakat mereka. Direktur Eksekutif Dewan Penerbangan Sipil Filipina, Carmelo Arcilla, menjelaskan pada Jumat (24/01) jika maskapai penerbangan Royal Air Charter serta Pan Pacific Airline akan bawa beberapa pelancong kembali pada Wuhan dalam tiga gelombang, yakni pada Jumat malam, Sabtu (25/01) serta Senin (29/01). Pesawat selanjutnya akan kembali pada Filipina tanpa ada penumpang.

Ada dua maskapai yang menjalankan penerbangan dengan rute Wuhan (Cina) – Kalibo (Filipina) yakni Pan Pacific serta Royal Air. Penerbangan-penerbangan itu sekarang sudah dibatalkan terkecuali untuk tiga penerbangan yang bawa pulang hampir 500 pelancong asal Cina dari Kalibo.

Beberapa Wisatawan Memang Harusnya Pulang

Walau penerbangan dari serta ke arah Wuhan sudah ditutup, Arcilla menjelaskan jika ke-2 maskapai itu mempunyai izin untuk memulangkan orang asing sebab mereka ialah masyarakat Wuhan. Ide pemulangan ini datang dari perusahaan penerbangan itu serta bekerja bersama dengan otoritas Wuhan. Pemerintah Cina mengkarantina beberapa kota buat meredam pergerakan penebaran virus mematikan ini. Virus dikabarkan pertama-tama datang dari kota Wuhan yang berpenduduk seputar 11 juta jiwa serta sekarang sudah menebar sampai Amerika Serikat, Asia, serta Eropa.

Simak juga: Mengapa WHO Urung Tentukan Genting Kesehatan Global pada Virus Corona? Wyrlou Samodio, kepala sisi hukum di Dewan Penerbangan Sipil Filipina, menjelaskan jika beberapa dari wisatawan itu sudah waktunya pulang, tapi ada beberapa lain yang tidak dapat perpanjang waktu pesiar mereka sebab terdapatnya penundaan penerbangan di Wuhan.

Baca juga : Siraja Mengadakan Sebuah Festival Sayembara Dengan Sebuah Hadiah Besar !

Antara beberapa wisatawan itu, minimal 135 orang memang direncanakan terbang di hari Kamis (23/01), cuma beberapa saat sebelum faksi berkuasa Filipina menginformasikan penundaan penerbangan dari serta ke Wuhan jadi tindak mencegah, tutur Cornelio Cuachon dari Otoritas Kesehatan Propinsi Aklan, Filipina, di hari Jumat. Tidak ada satu juga dari beberapa wisatawan yang dikarantina serta dirujuk untuk dirawat di rumah sakit sebab mereka tidak memperlihatkan tanda-tanda virus corona tipe baru atau 2019-nCoV seperti demam, batuk, menggigil, serta sesak napas.

Pulangkan Masyarakat Dari Wuhan

Beberapa negara berinisiatif untuk bawa pulang masyarakat mereka dari Wuhan. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menjelaskan negaranya sedang memperhitungkan untuk mengevakuasi masyarakat Jerman dari kota itu. Kementerian Luar Negeri Jerman merekomendasikan masyarakat Jerman untuk meredam diri atau tunda “perjalanan tidak penting” ke Cina. Simak juga: Wuhan Sama Kota Hantu, Klaim Penumpang yang Selamat dari Karantina

Sesaat Amerika Serikat serta Prancis dengan terpisah akan mengendalikan penerbangan carter mulai Selasa (28/01) untuk bawa tiap masyarakatnya yang ingin kembali dari Wuhan. Pemerintah Malaysia menjelaskan akan selekasnya melarang masuknya beberapa wisatawan dari kota Wuhan di Cina tengah serta sisi lain di seputar propinsi Hubei. Dalam satu pengakuan yang dikeluarkan oleh Kantor Pertama Menteri pada Senin (27/01) dikatakan jika Malaysia akan berhenti keluarkan visa untuk wisatawan dari beberapa daerah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *